Menu Close

Jenis-jenis Kaca Lengkap dengan Penggunaannya

Kaca Tempered

Kaca adalah salah satu material yang banyak digunakan dalam kehidupan kita contoh: Piring, Gelas, Pot, Lampu dan masih banyak lagi penggunaan material kaca.

Pada artikel ini kami akan membahasa lebih lanjut mengenai jenis-jenis kaca yang banyak dipakai di Jendela atau pintu sebuah rumah, gedung atau bangunan lainnya.

Karena banyak sekali jenis kaca, kami tidak akan membahas semuanya. Tapi yang kami bahasa adalah kaca secara umum dan garis besarnya.

Berikut adalah jenis-jenis kaca dan fungsingnya:

1. Kaca Bening

Kaca Float

Karakteristik

  1. Kaca ini juga sering disebut dengan kaca polos atau dalam istilah teknisnya adalah float glass.
  2. Kaca ini tidak berwarna, memiliki permukaan yang sangat bersih, rata dan bebas distorsi.
  3. Karena sifat kacanya yang tidak berwarna, jenis kaca ini memberikan tingkat transmisi yang tinggi (lebih dari 90%) serta memberikan bayangan yang sempurna.
  4. Kaca ini banyak digunakan untuk eksterior maupun interior bangunan, baik rumah tinggal maupun gedung bertingkat. Namun kaca ini tidak direkomendasikan untuk ektserior bangunan bertingkat karena kemampuan menahan panas matahari yang rendah.
  5. Kaca ini juga dapat digunakan untuk perabot rumah tangga, misalnya lemari, table top, dinding dekorasi, akuarium dan sebagainya.

Penggunaan

Ketebalan kaca ini bervariasi, yang umum dipakai mulai dari 5mm, 6mm, atau 8mm. Pemilihan ketebalan kaca disesuaikan dengan bentang kaca yang akan dipasang. Untuk rumah tinggal dan interior gedung, biasanya digunakan kaca tebal 5mm, 6mm atau 8mm tergantung bentangnya.

2. Kaca Warna

KACA TINTED GLASS

Karakteristik

  1. Di kalangan masyarakat, kaca ini biasa disebut dengan kaca rayben, untuk kaca warna hitam. Istilah teknisnya adalah tinted glass. Pada produk Asahimas, menggunakan istilah panasap glass.
  2. Kaca panasap merupakan kaca float yang diberi warna dengan menambahkan sedikit logam pewarna seperti kobalt, besi, silenium, dan sebagainya pada bahan baku kaca.
  3. Kaca panasap mampu menyerap 55% panas matahari, sehingga akan mengurangi beban pendingin ruangan dan memberikan rasa nyaman pada penghuni bangunan. Dengan warna kaca tersebut, maka sifat tembus pandang kaca menjadi rendah, sehingga memberikan kebebasan privasi bagi penghuni bangunan.
  4. Warna yang tersedia pada kaca panasap adalah blue green, dark blue, euro grey, dark grey, bronze dan green.
    Karena warna yang terkandung pada kaca, maka semakin tebal kaca, akan warnanya akan semakin gelap dan tingkat penyerapan panas matahari akan semakin tinggi.

Penggunaan

Kaca jenis ini dapat digunakan baik untuk eksterior maupun interior bangunan. Namun dalam penerapannya, jenis kaca ini lebih banyak dipakai pada eksterior bangunan, baik untuk pintu dan jendela, maupun pada curtain wall. Untuk pintu da jendela, biasa digunakan tebal kaca 6mm. Sedangkan pada curtain wall, digunakan tebal kaca 8mm atau 10mm, tergantung bentang kaca dan hasil perhitungan beban angin.

3. Kaca ES

KACA ES

Karakteristik

  1. Kaca es, adalah kaca yang terdapat tekstur dengan pola tertentu pada salah satu sisinya. Pada produk Asahimas, jenis kaca ini disebut dengan kaca Indofigur.
  2. Kaca jenis ini diproduksi dengan cara yang disebut roll-out process, di mana leburan ahan baku kaca dialirkan melalui sepasang rol dengan satu rol memiliki pola tertentu, sehingga pada salah satu permukaan kaca akan tercetak pola sesuai dengan pola pada rol.
  3. Karakter jenis kaca ini, memberikan efek dekoratif, efek pencahayaan dan efek pembayangan yang menarik, serta memiliki kemampuan mereduksi silau secara maksimum.

Penggunaan

Penggunaan kaca ini lebih banyak dipakai pada interior bangunan, yaitu untuk partisi, dinding, pintu perabot rumah dan kaca pada kamar mandi.

4. Kaca Reflectif

Kaca Reflectif

Karakteristik

  1. Kaca reflektif adalah jenis kaca yang mampu memantulkan cahaya dan mereduksi sifat tembus pandang dari sisi luar, sehingga sering pula disebut dengan kaca one way. Pada produk Asahimas kaca ini disebut dengan istilah kaca stopsol.
  2. Dalam pembuatannya, kaca ini dilapisi dengan pelapis transparan tipis dari oksida logam (sebagai lapisan pemantul) melalui proses pyrolysis.
  3. Lapisan kaca refletif ini bersifat memantulkan cahaya dan panas, serta mampu memberikan penampilan yang mewah, sekaligus menurunkan beban energi pengkodisian udara.
  4. Lapisan coating reflektif ini dapat dilapiskan pada kaca clear maupun panasap (warna) blue, dark blue, grey dan green.

Penggunaan

Kaca ini biasa digunakan pada bukaan pintu atau jendela dinding luar, yang diharapkan berpenampilan mewah pada bangunan. Untuk bangunan bertingkat, terutama digunakan digunakan pada tipe dinding kaca eksterior (curtain wall).

5. Kaca Tempered

Kaca Tempered

Karakteristik

  1. Secara singkat, kaca tempered adalah jenis kaca yang memiliki kekuatan yang sangat tinggi, dibandingkan dengan kaca biasa.
  2. Kaca tempered adalah kaca yang diperkeras dengan cara memanaskan kaca float biasa hingga mencapai temperatur 700 derajat celcius, kemudin didinginkan mendadak dengan menyemprotkan udara secara merata merata pada kedua permukaan kaca. dengan proses ini, maka terjadi perubahan fisik kaca, yaitu terjadi perubahan gaya tekan dan gaya tarik pada kaca, tapi secara visual tidak terjadi perubahan.
  3. Dengan ketebalan yang sama, kekuatan kaca tempered mampu mencapai 3-5 kali lipat dari kekuatan kaca biasa, terhadap beban angin, tekana air, benturan dan terhadap perubahan temperatur yang tinggi (thermal shock).
  4. Jika pecah, pecahan kaca tempered berbentuk kecil-kecil dan tumpul, sehingga sangat aman bagi manusia (tidak akan melukai manusia).
  5. Penggunaan kaca tempered terutama untuk bukaan-bukaan atau dinding kaca pada bangunan yang menuntut tingkat keamanan yang tinggi.
  6. Penggunaan lain adalah untuk pintu-pintu tanpa rangka (frameless), seperti pintu utama maupun partisi kamar mandi.
  7. Selain itu kaca tempered juga digunakan untuk railing kaca pada tangga dan void, eskalator dan lift.
  8. Catatan: kaca tempered tidak boleh diganggu oleh proses-proses lebih lanjut seperti pemotongan, penggosokan tepi, pembuatan lubang dan lain-lain. Proses-proses ini akan melemahkan kekuatan kaca, bahkan dapat menyebabkan pecahnya kaca itu sendiri. Untuk itu semua ukuran dan jenis aksesoris harus sudah dapat ditentukan dengan pasti sebelum proses tempered dilakukan.

Penggunaan

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

6. Kaca Laminated

Kaca Laminated

Karakteristik

  1. Kaca laminated merupakan kaca dengan tingkat keamanan dan perlindungan yang tinggi terhadap penghuni. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pecahnya kaca, maka kaca laminated tidak akan berhamburan, tapi hanya retak dan sangat sulit ditembus.
  2. Kaca laminated terdiri dari komposisi satu atau lebih lebih lembaran polifinil yang transparan, fleksibel dan sangat kuat, dengan satu atau lebih lembaran kaca float, dan disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan.
  3. Karakterisitik kaca laminated, ialah bahwa pecahan kaca tidak akan jatuh atau berhamburan, namu tetap melekat pada filmnya, dan kaca tetap terpasang pada rangkanya.
  4. Kaca laminated yang sudah pecah, tetap suit sekali ditembus oleh manusia sehingga memberikan tingkat keamanan yang sangat tinggi bagi penghuninya.

Penggunaan

  1. Penggunaan kaca laminated terutama untuk atap kaca, skylight, dinding kolamm renang dan lain-lain, di mana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah.
  2. Kaca laminated juga digunakan untuk lemari pajang barang-barang berharga (anti pencuri)
    Catatan: hindari proses lanjut pada kaca laminated seperti pemotongan, pembuatan lubang dan aksesoris lain, walaupun mungkin dapat dikerjakan, tapi akan sangat sulit dan tidak rapi. Semua ukuran dan aksesoris harus sudah tepat, sebelum proses laminate dikerjakan.
    Kaca laminated yang terdiri dari dua lembar kaca biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan. Sedangkan yang terdiri lebih dari dua lembar biasanya untuk penggunaan-penggunaan khusus seperti kaca taha peluru, kaca akuarium yang besar dan kaca pesawat terbang

7. Kaca Doubleglass

Kaca Double Glass

Karakteristik

  1. Kaca Double Glass / Double Glazed / Double Glazing atau dobel glasing (cara penyebutan orang indonesia) adalah kaca yang dibentuk / digabung oleh 2 panel kaca dengan terciptanya ruang antara panel yang memiliki ketebalan beberapa milimeter. Ruang antara panel bersifat kedap udara dan memilki kelembaban yang rendah, sehingga pemasangan kaca dobel glassing pada sebuah ruangan menyebabkan ruangan tersebut kedap suara dan suhu ruangan dapat terjaga dengan baik/stabil.

Penggunaan

Kaca double glass digunakan untuk ruangan kedap suara seperti ruang studio, ruang karaoke, ruang music atau kamar tidur juga bisa. Kaca double glass ini sangat efektif meredam suara dari luar dan dari dalam ruangan.

8. Kaca Dekoratif

Kaca Inlay

Karakteristik

Kaca dekoratif merupakan kaca bercorak yang berfungsi sebagai penghias ruangan, baik eksterior maupun interior. Agar mampu memperkuat nilai estetis, maka paduan warna kaca dekoratif hendaknya menampilkan keharmonisan secara menyeluruh.

Berikut ini beberapa jenis kaca dekoratif yang dapat dipilih sesuai keinginan:

  1. Kaca Patri
    Jenis kaca dekoratif yang sering dijumpai adalah kaca patri yang mulai dikenal pada abad ke-10 masehi. Kaca patri merupakan perpaduan seni lukis dan seni warna dengan menggunakan rangka timah, seng, atau tembaga yang disambung dengan sistem sarang laba-laba, sesuai desain yang diinginkan.
  2. Sejak tahun 1990-an dikenal sistem triplon glass atau tripe glazed unit, teknologi pelapisan panil kaca patri atau panel kaca bevel dengan dua lembar kaca tempered, agar panil kaca patri di dalamnya terlindung dari polusi udara. Keistimewaan triplon glass, selain sebagai pelindung, juga bermanfaat mereduksi suara bising dari luar.
  3. Sand Blasting Glass
    Kaca hias ini dibuat dengan cara menyemprot permukaan kaca dengan pasir halus. Karena kulit kaca dikikis untuk mendapatkan pattern-nya, maka debu dan kotoran mudah menempel dan agak sulit dihilangkan. Oleh karena itu, kaca hias ini hanya baik dipasang di dalam rumah yang jauh dari debu. Melton Glass Melton glass, berasal dari kata “melt” dan “on” yang berarti kaca yang dilumerkan. Kaca ini dibuat dengan cara dicairkan pada suhu 900ºC selama 20 jam dan dibentuk sesuai desain. Sifatnya yang bertekstur, sangat cocok untuk partisi, pintu kamar mandi atau kamar tidur.
  4. Moons Glass
    Moonglass atau fusion glass merupakan kaca yang ditumpuk-tumpuk kemudian dibakar sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Kaca ini merupakan regenerasi setelah melton glass. Kelebihannya, kaca jenis ini
    berwarna-warni dan lebih tahan lama. Kaca ini juga tidak memerlukan logam sebagai penyambung kaca, seperti pada kaca patri.

  5. Arty Overlay Glass
    Artyoverlay glass atau bevel glass overlay merupakan kaca yang direkatkan dengan lem kaca transparan. Kaca bening yang dihias kaca bening ber-bevel akan, menghadirkan kilau “sang pelangi” bila dibuat oleha hlinya.

  6. Lamina Art Glass
    Lamina art glass merupakan pelapisan dua lembar kaca dengan bahan film khusus, dimana di antara dua
    kaca tersebut disisipkan bahan tipis sebagai dekorasi. Bahan tipis ini bisa berupa kain, kertas merang, lukisan, atau foto.

Tip Memilih dan Merawat Kaca Dekorati

1. Penempatan kaca dekoratif harus disesuaikan dengan sifat kaca dan kebutuhan.
Untuk panil kaca patri, selalu mintakan sistem triplon glass, agar
perawatannya mudah, seperti merawat kaca polos biasa saja.
3. Pilihlah perajin yang terpercaya dan ahli.
4. Bersihkan kaca dekoratif secara berkala.
Untuk kaca patri, kotoran terutama pada list atau bagian sela-sela
kaca. Gunakan kape atau benda tajam sejenis untuk membersihkan, namun
harus hati-hati dan telaten.
6. Saat membersihkan, mungkin Anda akan
menemukan rongga, yang disebabkan memuainya bagian penahan kaca. Untuk
mengatasinya, agar kaca tidak longgar dan bergoyang-goyang, oleskan lem
silikon untuk menutup rongga tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *